menit.online, Kota Bekasi – Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., menerima empat kunjungan audiensi secara maraton pada, Senin (11/05/2026). Ia memimpin langsung pertemuan produktif tersebut di Gedung DPRD Kota Bekasi.
Langkah maraton ini membuktikan komitmen kuat lembaga legislatif dalam mendengarkan keluhan masyarakat. Ia menyambut hangat perwakilan kelompok warga, aktivis mahasiswa, hingga praktisi media siber.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat. Ia menegaskan bahwa rumah rakyat selalu terbuka bagi setiap aduan yang masuk.
“Hari ini kami menerima berbagai masukan penting, mulai dari persoalan tata kelola hunian vertikal, semangat kritis mahasiswa, hingga peran media siber dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Kemudian, legislator tersebut berjanji akan mengawal setiap poin pembahasan dengan sangat serius. Ia siap mengkaji semua masukan demi kebaikan bersama.
“Seluruh aspirasi ini akan kami kaji secara mendalam sesuai dengan fungsi pengawasan dan legislasi yang kami miliki,” pungkas Dr. Sardi.
Selanjutnya, sesi pertama menghadirkan para penghuni Forum Warga Apartment Grand Kamala Lagoon (GKL). Mereka menyampaikan keberatan mengenai dampak langsung Surat Pemberitahuan Nomor 100/PP-BM/Emerbar/XII/2025.
Bahkan, aturan tersebut melarang aktivitas sewa-menyewa unit apartemen secara harian. Warga mengeluhkan penurunan pendapatan ekonomi yang cukup drastis akibat kebijakan tersebut.
Oleh sebab itu, Ia berkomitmen untuk memfasilitasi dialog lanjutan dengan Pemerintah Daerah. Langkah ini bertujuan mencari solusi adil antara ketertiban dan hak pemilik.
Mahasiswa dan Media Siber Beri Masukan
Sementara itu, rombongan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya hadir berikutnya. Mereka datang membawa program khusus bernama Kunjungan Legislatif.
Tujuan utama mereka adalah mendiskusikan masalah transparansi serta akuntabilitas kebijakan publik. Ia sangat mengapresiasi peran aktif kaum muda sebagai pengawas kinerja pemerintah.
Bukan hanya itu, politisi tersebut mengajak mahasiswa untuk terus mendalami literasi ketatanegaraan. Hal ini penting demi kemajuan sistem demokrasi di Kota Bekasi.
Lalu, Ia juga menerima pengurus Persatuan Mahasiswa Bekasi (PERMASI) Jakarta Raya periode 2026-2027. Pertemuan tersebut membahas peran strategis pemuda daerah di luar wilayah.
Mendengar hal itu, Ia mendorong mahasiswa agar menjadi agen perubahan yang intelektual. Mereka harus siap berkontribusi membangun tanah kelahiran setelah lulus kuliah.
Akhirnya, Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menutup rangkaian audiensi tersebut. Rombongan memaparkan program nasional JMSI Desa Bersinar dan JMSI Goes to School.
Alhasil, gerakan ini berfokus kuat untuk memperkuat literasi media di masyarakat. Mereka juga berkomitmen penuh untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoax.
Seketika, Ia menyambut baik kolaborasi strategis ini demi meningkatkan kecerdasan digital warga. Program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern saat ini.
Sebagai penutup, Ia berjanji akan membawa poin krusial ke rapat kerja komisi. Langkah nyata ini memastikan semua saran mendapat respons tepat dari Pemerintah Kota Bekasi.
(Adv/Setwan)
