Bagian dari langkah akselerasi eksekusi strategi TLKM 30 untuk membangun struktur organisasi yang lebih ramping, efisien, dan bernilai tinggi
menit.online, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuntaskan streamlining 10 anak usaha pada semester pertama 2026. Langkah tersebut mendukung transformasi perusahaan menuju Strategic Holding.
Program ini juga mendukung aspirasi streamlining BUMN. Selain itu, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN.
Telkom menjadikan streamlining sebagai salah satu pilar transformasi TLKM 30. Karena itu, perusahaan memperkuat fokus bisnis inti melalui penataan portofolio.
Perusahaan mengoptimalkan entitas usaha yang memiliki nilai strategis. Selanjutnya, Telkom mengurangi tumpang tindih bisnis dan melepas usaha non-core.
Langkah tersebut menciptakan organisasi yang lebih ramping. Selain itu, perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing.
Telkom juga mengarahkan belanja modal pada pengembangan telekomunikasi dan layanan digital. Dengan demikian, investasi menjadi lebih terfokus.
Perusahaan menerapkan tiga skema utama. Skema tersebut meliputi divestasi, merger, dan likuidasi.
Transformasi ini membawa Telkom menuju model Holding Company–Operating Company. Karena itu, setiap entitas memperoleh peran yang lebih jelas.
Sebagai Holding Company, Telkom memperkuat tata kelola perusahaan. Selain itu, perusahaan mengoptimalkan sinergi seluruh portofolio bisnis.
Sementara itu, Operating Company menjalankan aktivitas bisnis secara lebih fokus. Pembagian tersebut mencakup segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menilai transformasi tersebut memperkuat kelincahan organisasi.
“Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas.”
Transformasi Perkuat Fokus Bisnis Inti Telkom
Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas. Seluruh proses dilakukan melalui aksi korporasi strategis.
Pada skema divestasi, Telkom melepas dua entitas. Penandatanganan Sale and Purchase Agreement berlangsung pada 3 Juni 2026.
Perusahaan juga menyelesaikan merger vertikal terhadap dua entitas. Langkah tersebut memperkuat pengembangan kapabilitas bisnis.
Selain itu, Telkom melikuidasi enam entitas TelkomGroup. Kebijakan tersebut lahir dari evaluasi menyeluruh terhadap kontribusi bisnis.
Evaluasi mempertimbangkan aktivitas operasional setiap entitas. Selanjutnya, perusahaan menyesuaikan struktur dengan strategi jangka panjang.
Seno menegaskan streamlining bukan sekadar mengurangi jumlah anak usaha. Menurutnya, langkah tersebut memperkuat kualitas portofolio bisnis.
“Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” jelas Seno.
Telkom memastikan seluruh proses berjalan secara prudent. Selain itu, perusahaan menjunjung prinsip Good Corporate Governance dan Business Judgment Rule.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara Asset Management, dan BP BUMN.
Selanjutnya, Telkom memastikan penyesuaian sumber daya manusia berlangsung secara bertanggung jawab. Perusahaan tetap menghormati seluruh hak karyawan.
Program Early Retirement Program menjadi salah satu solusi transformasi organisasi. Kebijakan tersebut diterapkan secara sukarela melalui kesepakatan bersama.
Melalui transformasi tersebut, Telkom membangun organisasi yang semakin adaptif. Selain itu, perusahaan memperkuat kapabilitas talenta digital.
Program streamlining menjadi bagian dari target jangka menengah hingga 2030. Karena itu, Telkom optimistis meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.***
