menit.online, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mempercepat penataan kawasan perdagangan untuk mengatasi persoalan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Program tersebut menyasar kawasan Pasar Pondok Gede, Pasar Baru, dan Jalan Juanda. Pemerintah menargetkan kawasan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pemerintah melakukan penataan tersebut melalui tahapan yang terukur.
Pemerintah daerah mengawali proses penataan dengan pendataan pedagang. Selanjutnya, pemerintah membuka dialog sebelum menjalankan setiap kebijakan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan lokasi usaha yang layak. Langkah tersebut menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, seluruh proses berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Tri Adhianto menjelaskan persoalan kawasan perdagangan tidak muncul dalam waktu singkat. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan komitmen bersama.
Ia mengatakan, “Kita tidak ingin hanya melakukan penertiban sesaat. Yang kita lakukan adalah penataan menyeluruh agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.”
Pemerintah Kota Bekasi juga membenahi berbagai persoalan dasar perkotaan. Pembenahan tersebut menjawab keluhan masyarakat yang muncul selama ini.
Petugas tata kota mulai menata secara bertahap kawasan yang sebelumnya identik dengan kemacetan. Pemerintah mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sesuai peruntukannya.
Di sisi lain, saluran drainase yang tersumbat ikut menjadi perhatian. Pemerintah ingin mengurangi risiko genangan melalui pembenahan infrastruktur.
Langkah tersebut sekaligus mendukung kenyamanan pedagang dan pengunjung. Pemerintah daerah mengharapkan aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib setiap hari.
Infrastruktur Diperkuat Dukung Kawasan Tertata
Selanjutnya, Pemerintah Kota Bekasi memperbaiki berbagai fasilitas pendukung, agar hasil penataan memberi manfaat jangka panjang.
Pemerintah membangun drainase yang lebih baik. Selain itu, penerangan jalan terus ditingkatkan di kawasan pasar.
Perbaikan trotoar juga menjadi bagian penting penataan. Masyarakat dapat kembali menggunakan jalur pejalan kaki dengan nyaman.
Akses menuju kawasan perdagangan ikut dibenahi. Upaya tersebut memperlancar mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Tri Adhianto menegaskan pemerintah fokus menyelesaikan persoalan mendasar kota. Penataan kawasan menjadi salah satu prioritas pembangunan.
Ia menambahkan, “Masalah yang sudah puluhan tahun tentu tidak bisa selesai dalam hitungan hari. Tetapi yang terpenting adalah hari ini kita mulai menyelesaikannya satu per satu. Pemerintah hadir, bekerja, dan memastikan perubahan itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.”
Pemerintah mengajak seluruh pedagang mendukung proses penataan. Kolaborasi semua pihak akan mempercepat perubahan kawasan.
Ke depan, Pasar Pondok Gede dan Pasar Baru diharapkan menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata. Lingkungan yang nyaman juga akan meningkatkan daya tarik masyarakat.
Pemkot Bekasi optimistis penataan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal. Kawasan yang rapi akan menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih sehat.
Melalui pembenahan berkelanjutan, pemerintah menghadirkan ruang publik yang lebih baik. Hasilnya diharapkan memberi manfaat bagi pedagang, pengunjung, dan seluruh warga Kota Bekasi.
(Adv/Diskominfostandi)
