Wali Kota Bekasi mengajak Sahabat MUI memperkuat kolaborasi menghadapi persoalan sosial, meningkatkan pendidikan, serta memperluas layanan bagi masyarakat.
menit.online, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI di Asrama Haji Kota Bekasi sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Raker tersebut menjadi ruang konsolidasi program kerja. Selain itu, forum ini mempererat ukhuwah dan memperkuat kolaborasi membangun Kota Bekasi.
Tri Adhianto menilai peran organisasi kemasyarakatan sangat penting. Karena itu, pemerintah terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap setiap program berjalan lebih efektif. Dengan demikian, berbagai tantangan sosial dapat ditangani bersama.
Dalam sambutannya, Tri menyoroti sejumlah persoalan sosial yang memerlukan perhatian. Ia mengajak seluruh peserta mengambil peran aktif.
Menurut Tri, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sebaliknya, masyarakat harus ikut membangun kepedulian sosial.
Ia mengajak Sahabat MUI memperkuat edukasi dan pembinaan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan sosial.
Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi menghadapi praktik judi online. Selain itu, ia mengajak semua pihak menangani berbagai persoalan sosial, termasuk isu LGBT, melalui pembinaan, edukasi, dan pendekatan yang humanis sesuai ketentuan hukum serta nilai-nilai sosial yang berlaku.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Selain membahas persoalan sosial, Tri mengajak seluruh komponen masyarakat menjaga persatuan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci kemajuan daerah.
Pemkot Bekasi Perkuat Pendidikan Inklusif
Tri Adhianto juga memaparkan tantangan dunia pendidikan di Kota Bekasi. Salah satunya adalah keterbatasan ruang belajar di sekolah negeri.
Saat ini, sejumlah kelas masih menampung sekitar 40 siswa. Kondisi tersebut memerlukan solusi bersama.
Pemerintah juga membutuhkan tambahan tenaga pendidik. Namun, banyak sekolah swasta justru memiliki guru yang cukup.
Karena itu, Tri mendorong kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta. Langkah tersebut akan memperluas akses pendidikan berkualitas.
Selain pendidikan formal, Pemerintah Kota Bekasi mengembangkan Sekolah Lansia. Program tersebut mendukung pembelajaran sepanjang hayat.
Sekolah Lansia memberi ruang belajar bagi warga lanjut usia. Dengan demikian, mereka tetap aktif dan produktif.
Tri juga menyampaikan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas. Pemerintah telah membahas rencana tersebut bersama DPRD Kota Bekasi.
Program tersebut bertujuan memperluas layanan pendidikan inklusif. Selain itu, pemerintah ingin memastikan setiap anak memperoleh hak belajar.
Tri berharap seluruh elemen masyarakat mendukung berbagai program pendidikan. Kolaborasi akan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah Kota Bekasi juga terus memperkuat pembangunan karakter masyarakat. Karena itu, sinergi dengan organisasi keagamaan menjadi sangat penting.
Melalui Raker Sahabat MUI, Pemerintah Kota Bekasi berharap lahir program yang bermanfaat. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat pembangunan sosial, pendidikan, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
(Adv/Diskominfostandi)
