Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membuka MPLS Ramah di SMPN 12 Kota Bekasi bersama siswa baru.

Tri Adhianto Buka MPLS Ramah SMPN 12 Bekasi

Bekasi Jabodetabek Pemerintahan

Wali Kota Bekasi mengawali MPLS Ramah di SMPN 12 dengan pesan membangun sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas perundungan.

menit.online, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 12 Kota Bekasi pada, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut menandai dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Selain itu, siswa baru mulai mengenal lingkungan sekolah dan budaya belajar.

MPLS Ramah berlangsung selama lima hari. Kegiatan itu dimulai pada 13 Juli dan berakhir pada 17 Juli 2026.

Tema “MPLS Ramah” menjadi semangat pelaksanaan kegiatan. Sekolah mengedepankan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya menghadiri pembukaan tersebut. Lurah Pekayon Jaya Amanda Pratiwi juga ikut mendampingi kegiatan.

Kepala sekolah, dewan guru, dan ratusan siswa baru memenuhi halaman sekolah. Mereka mengikuti pembukaan dengan penuh antusias.

Tri Adhianto menegaskan bahwa MPLS harus membangun karakter siswa. Selain itu, kegiatan tersebut harus menanamkan disiplin dan kebersamaan.

Menurutnya, hari pertama sekolah menjadi langkah penting bagi peserta didik. Karena itu, sekolah wajib menciptakan suasana yang positif.

Pemerintah Kota Bekasi juga mendukung kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah. Kebijakan tersebut berlaku bagi ASN maupun masyarakat umum.

Tri menilai pendampingan orang tua memberi dampak positif bagi anak. Kehadiran keluarga membantu siswa lebih percaya diri.

“Hari pertama sekolah merupakan momen yang sangat berharga bagi anak-anak. Kehadiran orang tua akan memberikan rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri kepada mereka untuk memulai perjalanan pendidikan di lingkungan yang baru,” ujar Tri.

Selanjutnya, Tri Adhianto membuka MPLS secara simbolis. Ia memukul gong dan mengalungkan name tag kepada perwakilan siswa baru.

Prosesi tersebut menandai dimulainya MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Para siswa menyambut pembukaan dengan penuh semangat.

Sekolah Harus Bebas Perundungan

Tri Adhianto mengingatkan seluruh sekolah melaksanakan MPLS secara edukatif. Pemerintah melarang segala bentuk perundungan dan kekerasan.

Menurutnya, sekolah harus melindungi setiap peserta didik. Selain itu, guru wajib menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong pendidikan yang berorientasi pada karakter. Karena itu, seluruh sekolah harus menerapkan nilai saling menghormati.

Tri juga mengajak guru menjadi teladan bagi siswa. Sikap positif guru akan membentuk budaya sekolah yang sehat.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang membuat anak-anak merasa nyaman untuk belajar, berkembang, dan berprestasi. Melalui MPLS Ramah, mari kita ciptakan lingkungan pendidikan yang penuh kepedulian, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bekasi akan terus mengawasi pelaksanaan MPLS. Langkah tersebut memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan.

Di sisi lain, orang tua juga memiliki peran penting dalam pendidikan. Kolaborasi keluarga dan sekolah akan memperkuat karakter anak.

Guru, siswa, dan orang tua menyambut pembukaan MPLS dengan antusias. Suasana tersebut mencerminkan semangat memasuki tahun ajaran baru.

Melalui MPLS Ramah, Pemerintah Kota Bekasi ingin membangun budaya sekolah yang positif. Lingkungan belajar yang aman akan melahirkan generasi berprestasi.

Akhirnya, Tri Adhianto berharap seluruh sekolah menerapkan semangat yang sama. Dengan demikian, Kota Bekasi mampu mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

(Adv/Diskominfostandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *