Dua sikap yang penulis paparkan tersebut menegaskan bagaimana Polri dewasa ini kembali kepada spirit awalnya sebagai sipil yang dipersenjatai. Watak sipil Polri begitu terlihat dalam menghadapi sejumlah kasus besar. Tidak hanya kata maaf yang terucap, tetapi juga disertai dengan komitmen untuk terus berbenah diri.
Keberanian Polri membuka diri terhadap kritik, serta disokong dengan rasa penuh hormat terhadap dimensi kekurangan diri dan komitmen untuk terus berbenah diri – menjadikan Polri kembali kepada jati dirinya yang asli sebagai sipil yang difungsikan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Semoga di tahun baru ini, Institusi Polri terus berproses menjadi lebih baik. Kita semua percaya, hal-hal yang baik harus terus dipelihara dan ditingkatkan, sedangkan hal yang buruk harus dimaafkan dan dilampaui, karena tidak ada satupun manusia yang mau hidup berlama-lama menatap trauma.
Akhir kata, kita semua percaya bahwa tak ada satupun gading di dunia ini yang tak retak. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, dan manusia hanya berupaya untuk mendekati kesempurnaan. Selamat Tahun Baru 2023 dan salam Presisi.
