Ketua DPRD Kota Bekasi Nobar Film Gerakan Mahasiswa 1998

Ketua DPRD Kota Bekasi Nobar Film Gerakan Mahasiswa 1998

Bekasi Jabodetabek Parlementaria

menit.online, KOTA BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi menghadiri acara nonton bareng film dokumenter reformasi. Selanjutnya, kegiatan bersejarah tersebut berlangsung di Gedung Bekasi Creative Center pada Kamis siang.

Acara penting ini bermula tepat pada pukul 14.00 WIB dengan sangat tertib. Kemudian, Tumpak Sidabutar selaku Ketua Umum PENA 98 memimpin langsung jalannya agenda nonton bersama tersebut.

Banyak elemen masyarakat dan aktivis pemuda memadati ruangan dengan penuh semangat. Selain itu, para mahasiswa setempat juga sangat antusias menyaksikan rekam jejak perjuangan masa lalu.

Sardi Efendi memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap konsistensi seluruh panitia penyelenggara. Oleh karena itu, Ia menganggap pemutaran film ini sebagai sarana merawat ingatan kolektif bangsa.

Momentum reformasi merupakan catatan sejarah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, generasi muda zaman sekarang tidak boleh melupakan pengorbanan para pejuang terdahulu.

Ia menegaskan bahwa kebebasan demokrasi saat ini merupakan buah manis dari perjuangan mahasiswa. Maka dari itu, masyarakat harus menjaga kedaulatan negara dengan sebaik-baiknya secara bersama.

Pemutaran film dokumenter ini juga menjadi sarana edukasi politik yang sangat berharga. Sementara itu, nilai idealisme masa lalu dapat menjadi contoh nyata bagi pergerakan pemuda modern.

Ia juga berkata, “Hari ini, tanggal 21 Mei 2026, tepat 28 tahun yang lalu, sejarah mencatat runtuhnya rezim Orde Baru.”

“Kebebasan demokrasi yang kita nikmati saat ini adalah buah manis dari perjuangan para aktivis 98,” ujar Sardi Efendi.

“Kami berharap, semangat, idealisme, dan konsistensi Gerakan 98 tersebut terus mengalir di dalam jiwa para pemuda,” pungkasnya penuh harap.

Diskusi interaktif antara aktivis dengan peserta langsung berjalan setelah pemutaran film selesai. Jadi, para mahasiswa dapat membedah kembali relevansi gerakan moral tersebut secara lebih mendalam.

Sesi dialog ini menghasilkan banyak gagasan kritis untuk menjawab tantangan kebangsaan masa kini. Akhirnya, seluruh rangkaian acara refleksi reformasi tersebut ditutup dengan foto bersama yang hangat.

(Adv/Setwam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *