MUSCAB II IKA PMII Kota Bekasi Butuh Figur Pemersatu

MUSCAB II IKA PMII Kota Bekasi Butuh Figur Pemersatu

Bekasi

menit.online, BEKASI – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (MUSCAB), sejumlah alumni IKA PMII Kota Bekasi mendorong agar forum tersebut tidak menjadi sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Mereka memandang MUSCAB sebagai momentum strategis untuk menemukan sosok ketua yang mampu menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menjawab tantangan masa depan.

Alumni menilai, dinamika yang mulai menguat menjelang MUSCAB merupakan hal wajar dalam organisasi kader. Namun, para kader harus mengarahkan dinamika tersebut pada adu gagasan dan visi, bukan pada polarisasi personal. IKA PMII membutuhkan figur ketua yang memiliki kapasitas kepemimpinan inklusif, mampu merangkul lintas generasi alumni, serta memegang komitmen kuat terhadap nilai dasar perjuangan PMII.

Pandangan Beberapa Alumni

Syahrul Anwar, alumni PMII Kota Bekasi, menekankan pentingnya mencari figur pemersatu. Menurutnya, IKA PMII adalah rumah besar alumni dengan latar belakang dan generasi yang beragam, sehingga kepemimpinan ke depan harus mampu mengelola perbedaan sebagai kekuatan.

“IKA PMII ini rumah besar alumni. Ketua ke depan harus mampu menjadi simpul pemersatu, bukan sekadar representasi satu kelompok atau angkatan. “Organisasi membutuhkan sosok pemimpin yang mau mendengar, merangkul, dan bekerja bersama.” ujar Syahrul.

Senada dengan itu, Moh. Sulaiman, alumni PMII Kota Bekasi, menilai MUSCAB harus menjadi ruang pendewasaan organisasi. Ia mengingatkan agar seluruh peserta menjalankan proses tersebut dengan menjunjung tinggi adab dan etika berorganisasi.

“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam organisasi besar seperti IKA PMII. Terutama sekali menjaga adab. MUSCAB seharusnya menjadi ruang musyawarah yang sehat, bukan ruang saling menegasikan,” kata Sulaiman.

Melihat Kota Bekasi yang terus berkembang, para alumni memandang perlunya penguatan peran IKA PMII. Pemimpin yang inklusif harus mengelola potensi besar para alumni—mulai dari akademisi, profesional, advokat, aktivis sosial, hingga politisi—agar organisasi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Jadwal dan Tahapan

Selain dorongan substantif tersebut, panitia MUSCAB juga telah menetapkan tahapan dan jadwal pelaksanaan secara rinci sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi dan kepastian proses. Panitia membuka tahapan MUSCAB dengan pengambilan formulir pendaftaran bakal calon ketua yang berlangsung pada 7 hingga 10 Januari 2026.

Selanjutnya, para bakal calon harus mengembalikan formulir pendaftaran serta menyerahkan kelengkapan berkas persyaratan pada 10 hingga 13 Januari 2026. Setelah menerima berkas, panitia akan memverifikasi administrasi pada 13 hingga 15 Januari 2026 sebelum mengumumkan hasilnya kepada peserta.

Agenda kemudian berlanjut dengan masa tenang pada 16 Januari 2026 sebagai ruang konsolidasi. Puncaknya, MUSCAB IKA PMII Kota Bekasi akan berlangsung pada 17 Januari 2026 untuk memilih Ketua periode selanjutnya.

Dengan susunan tahapan tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian MUSCAB dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan demokratis. Baik Sahrul maupun Sulaiman menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya akan mengemban amanah bersama yang harus seluruh anggota dukung secara kolektif.

“MUSCAB mungkin selesai dalam satu hari, tetapi kerja-kerja pengabdian IKA PMII berlangsung bertahun-tahun. “Pemimpin akan membuktikan kualitas kepemimpinannya justru setelah proses pemilihan selesai, bukan saat proses itu berlangsung,” tutup Moh. Sulaiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *