Komisi II DPRD Kota Bekasi Atasi Banjir Perumahan IKIP

Komisi II DPRD Kota Bekasi Atasi Banjir Perumahan IKIP

Bekasi Jabodetabek Parlementaria

menit.online, KOTA BEKASI – Komisi II DPRD Kota Bekasi menggelar rapat kerja penting pada, Senin (18/05/2026). Pertemuan ini berlangsung serius di Gedung Dewan, Jalan Chairil Anwar Nomor 112.

Agenda utama tersebut membahas solusi konkret terkait penanganan musibah banjir. Masalah ini sudah lama mengganggu ketenangan warga di Perumahan Dosen IKIP Jatikramat.

Oleh karena itu, Ketua Komisi II, Latu Har Hary, S.Sn, memimpin langsung jalannya diskusi. Ia didampingi oleh Wakil Ketua Komisi II, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M.

Selanjutnya, dua anggota komisi lain juga ikut mengawal jalannya rapat dinas ini. Mereka adalah H. Anton, S.Kom bersama rekan sejawatnya, Ahmad Murodi, S.Pd.

Sementara itu, jajaran pengurus RW 02B Komplek Dosen IKIP Jatikramat turut hadir memenuhi undangan resmi. Mereka siap memaparkan kondisi terkini di lapangan secara terperinci.

Kemudian, warga membeberkan fakta akurat terkait dampak buruk luapan air selama ini. Mereka menduga ada masalah serius pada sistem drainase lingkungan sekitar perumahan.

Oleh sebab itu, forum strategis ini menjadi wadah utama untuk menyerap keluhan warga. Anggota dewan mencatat total kerugian materiil serta frekuensi banjir tahunan masyarakat.

Bukan hanya itu, tim komisi segera menganalisis dugaan penyumbatan saluran air warga. Faktor pendangkalan sungai dan kendala operasional pompa juga menjadi perhatian utama.

Agenda Tinjau Lapangan dan Evaluasi Pompa Air

Lalu, legislator sepakat mengagendakan kunjungan kerja langsung ke lokasi banjir dalam waktu dekat. Langkah nyata tersebut bertujuan untuk melihat titik sumbatan paling krusial.

Seketika, suasana rapat menjadi semakin optimis setelah Ia memberikan pernyataan komitmen penuh. Anggota dewan berjanji tidak akan menunda penyelesaian masalah infrastruktur ini.

“Kami di Komisi II memahami betul beban yang dirasakan warga Perumahan Dosen IKIP,” ujar Latu Har Hary dengan empati.

Lebih lanjut, politisi tersebut menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan agenda prioritas kerja. Ia ingin mengumpulkan semua data valid langsung dari perwakilan masyarakat.

“Permasalahan banjir ini tidak bisa dibiarkan dan menjadi prioritas kami,” tegasnya saat memimpin rapat.

Alhasil, pihak dewan segera menjadwalkan pemanggilan dinas teknis terkait setelah pertemuan selesai. Pemerintah daerah harus segera merealisasikan perbaikan sistem drainase secepat mungkin.

“Rapat hari ini adalah langkah konkrit kami untuk menampung semua data dari sumbernya langsung,” tambah Latu.

Bahkan, Ia meminta dinas terkait melakukan pemeliharaan mesin pompa dan normalisasi saluran air. Upaya menyeluruh tersebut wajib berjalan efektif demi keselamatan warga sekitar.

“Selanjutnya, kami akan memanggil dinas-dinas teknis terkait untuk segera merealisasikan solusi, baik itu perbaikan drainase, pemeliharaan pompa, atau normalisasi saluran air, agar masalah ini segera teratasi,” jelasnya panjang lebar.

Akhirnya, Ia menutup pernyataan dengan jaminan bahwa rencana ini segera berjalan di lapangan. Anggota legislatif siap mengawal seluruh proses pengerjaan fisik sampai selesai.

“Kami tidak ingin rapat ini hanya sekadar wacana,” pungkas Ketua Komisi II tersebut dengan tegas.

(Adv/Setwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *