menit.online, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi tengah menggulirkan program inovatif One Day English bagi kalangan Aparatur Sipil Negara. Kebijakan progresif tersebut mendapatkan lampu hijau serta dukungan penuh dari jajaran dewan perwakilan rakyat daerah.
Namun demikian, pihak legislatif menyertakan sejumlah catatan kritis agar implementasi di lapangan tidak sekadar menjadi pemanis birokrasi. Aparatur wajib melaksanakan program ini secara serius demi peningkatan mutu pelayanan publik.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengapresiasi langkah berani tersebut. Ia menilai pembiasaan bahasa asing di lingkungan pemerintahan merupakan terobosan strategis menuju kota global.
“Kemampuan berbahasa Inggris ini akan memberikan nilai tambah yang besar bagi Kota Bekasi,” ungkap Wildan pada, Rabu (20/05/2026).
Selanjutnya, penguasaan literasi internasional ini sangat efektif dalam mendongkrak daya tarik daerah pada sektor ekonomi makro. Para pejabat dapat berkomunikasi secara lancar saat menyambut kedatangan para pencari kerja maupun pengusaha luar negeri.
“Terutama dalam mendongkrak daya tarik daerah di mata para investor asing serta memperkuat daya saing kita,” lanjutnya.
Kendati visi program sangat baik, Wildan memberikan catatan penting terkait kesiapan kapasitas sumber daya manusia saat ini. Ia melihat kemampuan komunikasi asing di tubuh birokrasi belum merata sepenuhnya sehingga butuh mitigasi matang.
Peningkatan Mutu SDM dan Stabilitas Iklim Investasi
Sementara itu, dinas terkait harus menyediakan pelatihan intensif secara berkala bagi seluruh staf pelayanan. Langkah pendampingan ini bertujuan agar pegawai tidak merasa cemas atau kesulitan saat berbicara menggunakan bahasa Inggris.
“Kebijakan ini jangan sampai mandek dan berhenti sebagai simbol atau sekadar program formalitas belaka,” tegas Wildan mengingatkan.
Oleh sebab itu, evaluasi berkala menjadi instrumen penting guna mengukur ketercapaian target mingguan program unik ini. Pemerintah daerah memikul tanggung jawab besar untuk menjamin keberlanjutan roda inovasi komunikasi di ruang publik.
“Pemerintah daerah perlu memastikan penerapannya berjalan optimal dan benar-benar memberikan hasil yang nyata,” sambungnya secara lugas.
Kemudian, Ia mendorong agar virus positif One Day English meluas hingga menyentuh sektor pendidikan dasar. Pembiasaan sejak dini di bangku sekolah akan membentuk generasi muda yang adaptif terhadap tantangan global.
Bukan hanya itu, politisi tersebut meminta eksekutif tetap memperhatikan faktor fundamental lain dalam iklim investasi daerah. Komunikasi yang baik wajib berjalan selaras dengan jaminan keamanan serta kemudahan izin usaha bagi korporasi.
“Tentu upaya menarik investasi tidak hanya murni bergantung pada kemampuan komunikasi internasional,” tutur tokoh parlemen Kalimalang itu.
Lalu, Ia mengingatkan bahwa stabilitas politik dan sosial kemasyarakatan merupakan indikator utama penilaian para pemilik modal. Pengusaha akan merasa tenang menanamkan kekayaan mereka jika lingkungan sekitar berada dalam kondisi sangat kondusif.
“Faktor stabilitas serta keamanan wilayah tetap menjadi aspek utama yang dipantau oleh para investor sebelum mereka menanamkan modal di sini,” pungkasnya.
Alhasil, sinergi yang kuat antara peningkatan keahlian SDM dan pembenahan kota akan membuahkan hasil maksimal. Kota Bekasi siap bertransformasi menjadi pusat industri modern yang maju, inklusif, serta berdaya saing tinggi.
Seketika, masyarakat luas menanti pembuktian nyata dari efektivitas penerapan hari berbahasa Inggris di setiap kantor dinas. Perubahan kultur kerja ini harus berdampak positif terhadap percepatan pembangunan serta kesejahteraan seluruh warga lokal.
Akhirnya, Komisi IV berkomitmen akan terus memantau perkembangan program ini secara ketat pada masa mendatang. Parlemen ingin memastikan uang negara untuk kedinasan benar-benar melahirkan aparatur sipil yang cerdas serta profesional.
(Adv/Setwan)
