Pengamat kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) yang juga alumni Program Pendidikan Kepemimpinan Strategis Tingkat Nasional/ Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 64 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Eman Sulaeman Nasim.

Masyarakat Menolak Sistem Proporsional Tertutup

Nasional Parlementaria Pemerintahan Regulasi

“Politisi dan aktifis sejati tidak akan pernah takut untuk memperoleh kursi DPRD maupun DPR RI dengan cara berjuang sekuat tenaga dan turun langsung menemui anggota masyarakat, mendengarkan aspirasi dan keluh kesahnya yang kelak dijadikan prioritas program bila terpilih menjadi anggota DPR RI apabila menggunakan sistem proporsional terbuka,” tegas Dosen tetap di Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI ini.

Lebih lanjut mantan Sekretaris Komisi 1 Dewan Riset Provinsi (DRD)  DKI Jakarta ini menyampaikan, yang menginginkan Sistem Proporsional Tertutup hanyalah para elit Parpol dan politisi yang malas berjuang keras serta enggan  bertemu langsung dengan masyarakat calon pemilihnya.  Politisi malas hanya akan memanfaatkan jabatan yang mereka miliki di struktur Parpolnya sehingga mereka bisa ditempatkan di nomor urut 1-3.

“Otomatis kalau sistem Pemilu yang dipakai proporsional tertutup, meski tidak berjuang dan  tidak terjun ke masyarakat atau Dapilnya, para elit Parpol  akan tetap mulus memperoeh kursi DPRD ataupun DPR RI. Hal ini akan semakin mengecewakan rakyat. Rakyat semakin jauh dan tidak kenal dengan wakilnya Sehingga kelak rakyatpun akan malas ikut berpratisipasi dalam Pemilihan Umum atau pesta demokrasi,” tegas pendiri lembaga konsultan strategic komunikasi, Indonesiachannel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *